Perpustakaan GKI Sutopo

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Lotus Feet Girl

Text

Lotus Feet Girl

Wiwid Presetiyo - Personal Name;

Kebahagiaan adalah sesuatu yang paling dicari oleh manusia. Berbagai cara dilakukan untuk menemukan satu kata bahagia. Di antaranya mereka mencari kebahagian dengan memperbanyak harta dengan cara apapun, tanpa pandang perbuatan itu baik atau buruk, tanpa tahu perbuatan itu akan merugikan diri sendiri dan orang lain atau tidak.

Begitulah dunia, selalu menyilaukan mata manusia dengan segala bentuk fatamorgana. Dalam sebuah novel Lotus Feet Girl karya Wiwid Prasetyo pun secara tidak langsung menceritakan kisah anak manusia yang salah dalam mencari arti dari kata bahagia. Mei Yan adalah seorang ibu yang sebenarnya sangat menyayangi anaknya, Wu Ying. Kehidupan mereka tidak bisa dibilang baik, karena memang serba kekurangan. Apalagi ketika suaminya meninggal, Mei Yan seakan tidak punya harapan lagi untuk melanjutkan hidup.

Suaminya hanya meninggalkan beberapa biri-biri, dan ketika dijual oleh anaknya hanya mendapatkan beberapa Fen (mata uang kerajaan Yunan kala itu) yang hanya cukup mengganjal perut mereka paling tidak hanya dalam seminggu. Ketika mereka sudah tidak tahu harus membeli makan dengan apa, Pasaraya tahunan dimulai.

Pasaraya yang semula diharapkan menjadi ajang hiburan dari penguasa bagi rakyatnya tak sepenuhnya benar. Karena yang bisa menikmati pasaraya hanya orang yang berharta saja, sedangankan Wu Ying dan ibunya hanya bisa melihat dan meneteskan air liur karena pengin namun tak bisa memiliki.

Kehidupan mereka semakin menderita, setelah lama berkeliling menonton pasaraya mereka berdua kelaparan. Mei Yan mematahkan janji pada anaknya agar tidak memiliki keinginan ketika berada di Pasaraya, namun faktanya mereka lapar. Akhirnya, Mei Yan mengajak Wu Ying untuk makan. Tidak dengan uang sendiri namun dengan mencari pekerjaan.

Mereka berjalan dari satu lapak ke lapak lain yang ada di pasaraya, mereka datang ke kedai pemotongan babi, mereka meminta sebuah pekerjaan dan meminta upah sekali makan. Bukannya dipersilakan, mereka malah mendapat penolakan dari tukang potong babi tersebut. Tak kunjung mereka mendapat sambutan yang baik, mereka selalu mendapatkan cemoohan dan sumpah serapah. Mereka kelaparan hingga sampai di rumah (halaman 19).

Gubernur Yunan berduka sebab istrinya meninggal, karenanya Sang Gubernur mencari istri pengganti. Hal ini dijadikan kesempatan oleh Mei Yan sebagai jalan memperbaiki takdir hidup. Dia ingin anaknya mencoba peruntungan ini. Jika Wu Ying terpilih, maka Wu Ying dan dia akan terangkat derajatnya dan akan hidup bahagia. Dia merias Wu Ying dan membujuknya untuk datang ke istana. Akhirnya, Mei Yan pun menawarkan Wu Ying kepada utusan Gubernur untuk membawa anaknya.

Wu Ying menjadi orang terpilih, Gubernur terpikat dengan kecantikannya. Wu Ying pun terpesona dengan ketampanan Gubernur dan megahnya kerajaan. Imajinai kebahagiaan telah terukir di benak Wu Ying, kelak setelah upacara pernikahan dia pun berencana membawa ibunya ke istana.

Namun, jauh api dari panggang, tak ada kebahagiaan dengan menjadi istri gubernur dan hidup di istana. Wu Ying harus taat dengan adat istana yaitu mengecilkan kakinya, dengan dipatahkan agar tidak berkembang dan selamanya menjadi kaki yang mungil (halamn 75). Sungguh hal ini sangat menyiksa dan menjadi penyesalan selama hidupnya.

Ketika membaca novel ini, sangat terasa kisah epik kerajaan Yunan meski ditulis penulis Indonesia. Wiwid berhasil menciptakan atmosfer kehidupan kuno di China. Novel yang terinspirasi dari adat kerajaan Yunan yang tidak manusiawai ini juga menceritakan perjalanan cinta Wu Ying dengan penjual boneka rumput.


Availability
STP00171R1800FSLOTWPUBLISHING YEARAvailable - SERIES TITLE
Detail Information
Series Title
-
Call Number
800FSLOTW
Publisher
Solo : Metamind., 2015
Collation
-
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
9786027209718
Classification
800
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
-
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
-
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan GKI Sutopo
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search